oleh Puspita Ayu Permatasari | Feb 24, 2020
Parang Seling Parang Seling merupakan motif batik kerajaan. Motif ini merupakan varian feminine dari motif “parang” klasik, yang diseling dengan motif bunga. Selang-seling kedua motif yang berbeda ini mengingatkan para putri kerajaan bahwa mereka diharapkan untuk...
oleh Puspita Ayu Permatasari | Feb 24, 2020
Merak Lasem As the mount of Kartikeya, the peacock is considered to be the king of the birds. It represents beauty, strength, and elegance in daily behavior and attitude. This colorful pattern is characteristic of the batik produced in areas in Lasem, the...
oleh Puspita Ayu Permatasari | Feb 24, 2020
Sido Mulyo Sidomulyo is one of the classical motifs, which is specifically used forthe bride’s costume in Javanese royal wedding. It symbolizes good wishes for the wearer to achieve glory, harmonious family, and highly respected social status Sidomulyo is one of the...
oleh Puspita Ayu Permatasari | Feb 23, 2020
Kawung Mataram Motif Kawung diciptakan oleh Sultan Agung Hanyokrokusumo dari Kerajaan Mataram (1593-1645) sebagai hadiah bagi putranya ketika ia turun tahta dan menobatkan putranya tersebut. Motif ini mengandung nilai-nilai filsafat yang mendalam: ia melambangkan...
oleh Puspita Ayu Permatasari | Feb 23, 2020
Wirasat Wirasat atau ilham merupakan berkah dari Tuhan. Ilham ini dilambangkan dengan cahaya yang berpendar bagai bunga ke empat arah. Motif ini merupakan lambang harapan dan keyakinan akan makna hidup, serta kekuatan hati dalam mengambil keputusan dalam hidup....